Archive for April 2008

Setelah menikah beberapa tahun dan tidak memiliki momongan, maka sepasang suami istri yang mengalami kesulitan untuk memiliki anak dan memutuskan untuk menggunakan seorang surrogate father (pendonor sperma) untuk menyelesaikan permasalahan tersebut.

Di hari ketika si pendonor seharusnya datang, si suami pergi dan berkata “Mestinya dia datang sebentar lagi, jadi tunggu aja yah. aku pergi dulu deh…”

Setelah ditunggu akhirnya setengah jam kemudian, ada seorang fotographer bayi datang untuk menawarkan jasanya.

“Selamat pagi bu ! Saya datang untuk….”
dengan memotong pembicaraan langsung aja sang istri menyahut.
“Oh, ngga usah menjelaskan lagi. Saya sudah menunggu anda dari tadi” potong si istri.
“Benarkah?.. Kalau begitu bagus lah. Speciality saya adalah bayi.”
“Itu-lah yang dibutuhkan saya dan suami saya. Silahkan masuk ”

Setelah beberapa saat, si Istri bertanya dengan malu, “kita mulai dari mana?”

“Serahkan pada saya. Saya biasanya mengawalinya 2 kali di bathtub, 1 kali di sofa dan beberapa kali di kasur. Kadang-kadang di ruang keluarga juga bisa asik. Anda bisa benar-benar leluasa!”

“Bathtub, Sofa ? Pantas saja saya dan suami saya selalu gagal”

“Ya,bu, tidak ada yang bisa selalu menjamin kesempurnaan. Tapi, kalau kita mencoba banyak posisi yang berbeda-beda dan saya menembak dari 6 atau 7 sudut yang berbeda, saya yakin anda akan senang.”

“HAH ! … banyak sekali…”
“di pekerjaan saya ini, saya harus menggunakan waktunya semaksimal mungkin. Saya juga ingin bila bisa melakukannya dalam 5 menit saja, tapi anda akan kecewa…”
“Baiklah” kata si istri.

Sang photographer mengeluarkan folder berisi foto-foto bayi dari tasnya …

“Yang ini dilakukan di atas bus di London”
“APA !?” teriak si istri dengan kaget.

“Yang kembar di situ bisa dianggap sangat bagus, mengingat ibunya yang sangat sulit….”
“Sulit ?”tanya si istri.

“Yup, akhirnya harus saya bawa ke taman untuk memuaskanya. banyak orang yang melihat dan menonton…”
“ada yang melihat dan menonton ?” tanyak si istri dengan sangat kaget.
“Yup, dan untuk lebih dari 3 jam untuk melakukan itu. Ibu itu juga selalu berteriak-teriak. Sehingga sangat sulit bagi saya untuk konsentrasi. Lalu hari sudah hampir gelap maka saya terpaksa percepat pekerjaan saya. Akhirnya, ketika tupai mulai mengigit alat saya, langsung saja saya menyimpan kembali alat saya”

“Tupai mengigiti ‘alat’ anda ?”
“Yup, dan bila anda sudah siap, saya akan memulai memasang tripod saya”

“Tripod ???”
“Iya, saya harus menggunakan tripod untuk mengangkat CANON saya. Karena CANON saya terlalu BESAR untuk saya angkat terlalu lama

Ibu ? Ibu ?… Oh tidak ! kog Pingsan!”

avatarRenungan Hidup, suatu cara terbaik untuk menuju kesempurnaan dan merefleksikan-diri adalah sarana untuk pengembangan jiwa dalam menghayati arti kehidupan.
Kesempurnaan menuntut semua upaya yang mampu kita lakukan dalam mencapai hasil terbaik yang dapat diraih!.