Author archives

Pertengkaran … pertengkaran lagi … bosan nih!

Jadi tidak ada pernikahan yang tanpa konflik. Didalam proses penyesuaian antara sang suami dan istri, konflik biasa terjadi.
Beberapa prinsip yang perlu diperhatikan dalam menghadapi konflik tersebut yaitu :

Sang Suami dan Istri perlu belajar mengontrol kemarahan
Kemarahan membuat seseorang tidak dapat mendengar atau mengerti pihak lain. Bila salah satu marah, pihak yang lain perlu mengekang dulu lidahnya dan mau mendengar. Seseorang yang sedang marah memiliki kebutuhan untuk diterima dan dimengerti kemarahannya, bukan untuk dibantah atau disangga. Usahakan untuk tidak membantah terlebih dahulu sampai semua emosi kemarah keluar.

Sang Suami dan Istri perlu belajar mengkonfrontasi dalam cinta
Bilamana konfrontasi diperlukan, janganlah dilakukan untuk menyerang, mulailah dengan mengutarakan perasaan kita. Hindari perkataan yang dapat mengungkapkan ego kita yang absolut sehingga menimbulkan perbantahan

Sang Suami dan Istri perlu belajar mengampuni sesama
Berdua harus perlu belajar untuk cepat saling mengampuni. Bilamana kata-kata tidak cukup dan tidak dapat menyelesaikan masalah, suami dan istri dapat saling memeluk dan mangampuni. Biasanya hasrat pengampunan akan datang bila kita cepat bertindak dan tidak saling menunggu.

ada pesan slogan “ngeteh dulu ah … ”
( ditujukan untuk someone agar masalahnya segera selesai! )

Setelah menikah beberapa tahun dan tidak memiliki momongan, maka sepasang suami istri yang mengalami kesulitan untuk memiliki anak dan memutuskan untuk menggunakan seorang surrogate father (pendonor sperma) untuk menyelesaikan permasalahan tersebut.

Di hari ketika si pendonor seharusnya datang, si suami pergi dan berkata “Mestinya dia datang sebentar lagi, jadi tunggu aja yah. aku pergi dulu deh…”

Setelah ditunggu akhirnya setengah jam kemudian, ada seorang fotographer bayi datang untuk menawarkan jasanya.

“Selamat pagi bu ! Saya datang untuk….”
dengan memotong pembicaraan langsung aja sang istri menyahut.
“Oh, ngga usah menjelaskan lagi. Saya sudah menunggu anda dari tadi” potong si istri.
“Benarkah?.. Kalau begitu bagus lah. Speciality saya adalah bayi.”
“Itu-lah yang dibutuhkan saya dan suami saya. Silahkan masuk ”

Setelah beberapa saat, si Istri bertanya dengan malu, “kita mulai dari mana?”

“Serahkan pada saya. Saya biasanya mengawalinya 2 kali di bathtub, 1 kali di sofa dan beberapa kali di kasur. Kadang-kadang di ruang keluarga juga bisa asik. Anda bisa benar-benar leluasa!”

“Bathtub, Sofa ? Pantas saja saya dan suami saya selalu gagal”

“Ya,bu, tidak ada yang bisa selalu menjamin kesempurnaan. Tapi, kalau kita mencoba banyak posisi yang berbeda-beda dan saya menembak dari 6 atau 7 sudut yang berbeda, saya yakin anda akan senang.”

“HAH ! … banyak sekali…”
“di pekerjaan saya ini, saya harus menggunakan waktunya semaksimal mungkin. Saya juga ingin bila bisa melakukannya dalam 5 menit saja, tapi anda akan kecewa…”
“Baiklah” kata si istri.

Sang photographer mengeluarkan folder berisi foto-foto bayi dari tasnya …

“Yang ini dilakukan di atas bus di London”
“APA !?” teriak si istri dengan kaget.

“Yang kembar di situ bisa dianggap sangat bagus, mengingat ibunya yang sangat sulit….”
“Sulit ?”tanya si istri.

“Yup, akhirnya harus saya bawa ke taman untuk memuaskanya. banyak orang yang melihat dan menonton…”
“ada yang melihat dan menonton ?” tanyak si istri dengan sangat kaget.
“Yup, dan untuk lebih dari 3 jam untuk melakukan itu. Ibu itu juga selalu berteriak-teriak. Sehingga sangat sulit bagi saya untuk konsentrasi. Lalu hari sudah hampir gelap maka saya terpaksa percepat pekerjaan saya. Akhirnya, ketika tupai mulai mengigit alat saya, langsung saja saya menyimpan kembali alat saya”

“Tupai mengigiti ‘alat’ anda ?”
“Yup, dan bila anda sudah siap, saya akan memulai memasang tripod saya”

“Tripod ???”
“Iya, saya harus menggunakan tripod untuk mengangkat CANON saya. Karena CANON saya terlalu BESAR untuk saya angkat terlalu lama

Ibu ? Ibu ?… Oh tidak ! kog Pingsan!”

Prof. Rudi adalah seorang proffesor jenius yang telah berhasil menciptakan semacam alat yang bisa mendeteksi kebohongan seseorang, dia membuat alat tersebut sedemikian rupa sehingga ketika seseorang berbicara sedang berbohong maka alat akan mendeteksi getaran gelombang suara kemudian menganalisanya melalui spectrum suara sehingga ketika pembicara berbohong maka alat tersebut akan langsung membunyikan SIRINE terhadap si pembohong itu…
Setelah melalui beberapa kali uji hasilnya ternyata cukup mengkejutkan bahwa alat itu mempunyai ketelitian 99%

Dengan bangga Prof. Rudi ingin memberikan kabar gembira tersebut kepada keluarganya namun semuanya tidak ada ditempat sehingga membuat dia kecewa …
Apalagi anak kesayangannya belum juga pulang hingga menjelang malam ….
Setelah diitunggu-tunggu baru sore harinya sang anak pulang…

“Habis dari mana, Kamu ? kok pulangnya terlambat” tanya si Bapak, Prof. Rudi kepada sang Anak.
” Ada pelajaran tambahan dari sekolah, pa” jawab sang anak.

*TUIT … TUIT ….TUIT * Sirene dari alat tiba-tiba berbunyi ….

“Nak, ini adalah alat ciptaan bapak, jadi dia akan berbunyi bilamana ada seseorang yang berbohong..! sekarang katakan dengan jujur, kenapa kamu pulangnya terlambat ??!”
“Maaf ayah.. aku habis menonton film di rumah teman…” pintah sang Anak dengan rasa takut.

“Film apa?”
“Film Sinetron pa”

*TUIT … TUIT ….TUIT * Sirene berbunyi kembali ….

“Ayo katakan dengan jujur film apa ??”
“Maaf Pa … saya menonton film porno”

mendengar cerita tersebut marahlah sang Bapak, dengan geramnya dia memarahi anaknya :

“Kamu ini yach … kecil-kecil sudah nakal, kamu ini mau jadi apa nanti kalau besar ? kurang ajar kamu yach … bikin malu ajah….
perbuatan kamu ini benar-benar memalukan..!!! papa sewaktu seumuran kamu tidak pernah melakukan hal senakal kamu…!”

*TUIT … TUIT ….TUIT * Sirene berbunyi kembali ….

Suasana tiba-tiba menjadi hening untuk beberapa saat…

Tiba-tiba Istri Prof. Rudi datang dan kemudian masuk ke ruangan tamu dan langsung ikut nimbrung berkata…
“huh, sama aja kelakuannya, buah apel tidak akan jatuh jauh dari pohonnya kan ? ya bagaimanapun dia juga anak Mu …, jadi … ”

*TUIT … TUIT ….TUIT * Sirene dari alat berbunyi kembali ….

Seorang Suami dan Istrinya tengah menghadiri sidang perceraiannya.
Dalam persidangan ini akan diputuskan oleh Hakim : siapa yang mendapat hak asuh anak terhadap perkawinannya.
Dengan rasa emosi dan berteriak histeris serta melompat sang istri berkata :
“Yang Mulia, Saya telah berjuang dengan jiwa & nyawa untuk mengandung serta melahirkan bayi itu ke dunia dengan kesakitan, kesabaran dan pengorbanan saya!! Jadi secara nyata Anak itu harus menjadi hak asuh Saya!! ”

Dengan mengangguk-angguk Hakim mengerti tentang maksud si Istri, kemudian sang Hakim bertanya kepada pihak suami:
“Apa pembelaan anda terhadap tuntutan istri Anda”

Dengan mengenyitkan dahi, serta diam beberapa menit sambil termenung, si Suami dengan nada datar dia berkata :
“Yang mulia… Jika saya memasukkan sebuah KOIN ke sebuah MESIN MINUMAN, mesinnya BERGOYANG SEBENTAR, dan setelah itu minumannya keluar, menurut bapak Hakim… siapa yang mempunyai hak minumannya, milik Saya atau Mesinnya?” !!!!

Setiap tanggal 14 February, seluruh orang di dunia memperingati Valentine Day. Dimana Valentine Day merupakan hari untuk mengekpresikan kasih seseorang kepada orang yang dicintahi / dikasihi, khususnya kasih yang romantik. Pada hari itu pula umumnya semua restoran penuh dengan pasangan yang berbahagia baik itu muda maupun tua, terkadang diikuti oleh pedagang bunga yang siap meramaikan hari tersebut dengan aneka bunga yang warna-warni.

Valentines Day memang kesempatan yang baik dan penting untuk menyatakan kasih kepada orang yang kita kasihi. Tetapi, satu hal yang perlu kita ingat yaitu : kasih tidak hanya bersifat romantika saja namun melebihi dari perasaan romantika! dimana Kasih memerlukan kerja keras, pengorbanan dan pengampunan.

Jadi apaka itu “Kasih”? Kasih adalah kemampuan untuk merasakan kebebasan-kebebasan untuk menyatakan perasaan kita. Oleh karena itu untuk dapat lebih mengasihi orang lain, maka kita perlu mengasihi dan menerima diri kita sendiri terlebih dahulu. Semakin dalam kebutuhan akan kasih kita, maka semakin kita merasa kurang bebas sebab kita takut kehilangan kasih tersebut.

Seorang motivator terkenal mengatakan : “Perasaan gembira adalah obat yang manjur namun semangat

Kebenaran tersebut diperkuat oleh hasil riset yang dilakukan Dr. Daniel Mark

Orang yang sukses adalah orang yang mempunyai tujuan, dan setiap tujuannya didasari oleh optimisme”
Sebab dengan kata-kata optimisme ini apapun dapat dilakukan, hanya dengan kata “optimisme” segala rintangan, kerikil maupun tembok yang ada didepan kita mampu kita taklukan!

Sudahkan kita mempunyai optimisme untuk hari depan?

Di suatu malam Aprilia terjaga dan melihat sang suami sedang berdiri di sisi ranjang bayi pertama mereka. Melihat hal demikian Aprilia merasa tertegun karena dia belum pernah melihat ekspresi wajah suaminya seperti ini sebelumnya, terkadang tersenyum sambil menggelengkan-gelengkan kepala, nampak suatu kekaguman…, lalu kemudian seperti terharu, terus menarik nafas panjang dan seterusnya.

Tiba-tiba meneteslah air mata di kedua mata Aprilia. Ia tak menyangka dan sangat terharu akan ekspresi suaminya seakan-akan mengagumi bayi pertama mereka sebagai bukti cinta kasih mereka berdua. Aprilia menghampiri suami tercinta serta memeluknya dan setengah memancing bertanya, “Pa, apa sih yang sedang papa pikirkan?”

Dengan suara berat dan terbata-bata, sang suami berkata”Ini…, aku benar-benar nggak habis pikir, boks begini ini aja kok harganya hampir tiga juta.”

 

Malam telah tiba …. kehidupan baru akan dimulai oleh semua orang.
Bersemangatlah hari esok akan segera tiba dengan segala karunia dan hikmatnya.

” SELAMAT HARI NATAL & TAHUN BARU 2008 “
PERJUANGAN HIDUP BARU MENANTI DIDEPAN KITA SEMUA

refleksi diri Penghujung Tahun telah tiba! Jadi apa sesungguhnya yang dapat dipetik dari perjalan hidup tahun ini?
REFLEKSI -kan hidup anda selama 1 tahun ini, kesan yang terbaik dalam bertindak adalah “an unexamined life is not worth living”.
Orang yang tidak pernah merefleksikan hidupnya tidak akan bertumbuh, Dia tidak belajar dari kesalahan dan kegagalannya, sehingga berulang kali dia akan membuat kesalahan yang sama dalam hidupnya. Renungankanlah apa yang telah anda lakukan dan ingin lakukan, meskipun Anda mengorbankan waktu dalam 1 hari!

Surabaya, Telepon dari seorang dokter di RSU Dr Soetomo Surabaya memberitahukan ada pasien jantung bawaan yang harus segera dioperasi. Pasien anak ini butuh bantuan karena orangtuanya miskin.

Iksan, 3, sebut saja begitu, sekarang tumbuh sehat seperti teman-temannya. Bocah ini tahun lalu menjalani operasi jantung. Awalnya, orangtua Iksan tak tahu anaknya memiliki kelainan jantung. Anak yang selalu sakit-sakitan ini sedang digendong ibunya ketika tiba-tiba ibu Iksan kejang-kejang. Iksan terlempar.
Setelah diperiksa, ibu Iksan diketahui menderita tumor otak. Iksan yang ikut diperiksa karena khawatir terluka akibat terlempar, baru ketahuan menderita penyakit jantung bawaan. Keluarga miskin yang tinggal di Jl Gresik Surabaya ini kebingungan. Suaminya yang menjadi sopir angkot tak bisa berbuat apa-apa. Saat itu salah satu dokter yang tergabung dalam Tim Bedah Jantung RSU Dr Soetomo langsung menghubungi Dian Agus, anggota Paguyuban Tulang Rusuk.
“Pasien anak ini langsung dioperasi. Sekarang dia sudah sehat. Sayang, ketika kontrol terakhir, ibunya belum pulih,” kata Dian saat ditemui, Sabtu (22/12).
Operasi jantung bawaan untuk anak tidak murah. Paling tidak harus ada Rp 60 juta di luar biaya hidup. Ini yang membuat orangtua yang memiliki anak dengan penyakit jantung bawaan makin menderita. Sejak tiga tahun lalu Tim Bedah Jantung selalu memberitahu jika ada pasien anak dari keluarga tidak mampu. Tak perlu menunggu lama, orang-orang dari Tulang Rusuk mengulurkan tangan. Terhitung 48 pasien yang dioperasi dan kondisinya kini membaik.
Dian yang kebagian mengurusi anak-anak ini mengaku proses hingga operasi cukup rumit. “Sebelum operasi, anak-anak ini harus sehat dulu. Padahal mereka sangat rentan batuk-pilek. Sering terjadi ketika siang akan dioperasi, paginya anak pilek. Apalagi menunggu pemulihan anak agar siap operasi cukup lama. Bisa dua hingga tiga bulan,” kata Dian. Karena itu jumlah pasien yang ditangani juga tak bisa banyak dan cepat.

Prof Paul bersama Tim Bedah Jantung menjadi sandaran utama Tulang Rusuk. Karena merekalah, operasi demi operasi bisa dijalankan dengan berbagai kemudahan. Menangani pasien jantung bawaan bukan satu-satunya uluran tangan Tulang Rusuk. Paguyuban yang dibentuk 23 September 2001 ini memiliki cara sendiri untuk berbagi. Komunitas yang saat ini diketuai pengusaha real estat Teguh Kinarto ini sebagian besar anggotanya pengusaha. Tentu tak sulit mendapatkan dana dari mereka.
Tetapi bagi Locke Kosasih, yang memegang Bidang Sosial dalam komunitas ini, bukan itu yang menjadi kunci utama. “Uang mudah didapat karena ada banyak yang mau memberi, tetapi yang diperlukan justru kemauan untuk terlibat dalam kegiatan sosial,” kata Locke. Jika tidak “klik” dengan keinginan membantu, lebih baik tunda dulu.
Cara Locke dan 11 pasangan suami istri yang ada dalam Bidang Sosial ini cukup unik. Secara rutin mereka menghubungi beberapa teman untuk mengumpulkan barang bekas yang masih bisa digunakan. Barang-barang bekas itu dipilah dan diberi harga untuk dijual lagi dengan harga sangat miring. Jangan dibayangkan barang yang dikumpulkan adalah rongsokan. Jangan lupa, mereka yang dihubungi adalah pengusaha yang selalu meng-up grade peralatan rumah tangga dengan model terbaru. Acara garage sale ini menjadi cara untuk mendapatkan dana sekaligus membantu orang lain.
Cara ini terbukti efektif menggugah banyak orang untuk mau terlibat. Dengan dana yang jumlahnya lebih dari Rp 110 juta, Locke leluasa membantu mereka yang luput dari perhatian, seperti memberikan kursi roda dan tongkat untuk para lansia, kacamata untuk anak-anak tak mampu di daerah Wonokromo, atau menambal sekolah yang hampir ambruk, dan membantu anak kurang gizi bekerja sama dengan RSU Dr Soetomo.

Di rumah sakit inilah pasien-pasien miskin mudah ditemui. Mereka pula yang mendapat uluran tangan. “Pokoknya makin hari makin banyak yang ditolong,” ungkap Locke. Meski repot dan menghabiskan energi, ada rapor tertinggi yang diraih komunitas ini saat berbagi. Melihat anak seperti Iksan atau pasien hydrocephalus dari Madura yang sukses menjalani operasi, membuat Locke, Dian, dan anggota komunitas ini bersyukur. Uang memang berlimpah, tetapi tetap saja sentuhan kemanusiaan itu yang membuat jiwa makin kaya./(Endah Imawati )

(disadur dari harian surya, 23 desember 2007/danny)

avatarRenungan Hidup, suatu cara terbaik untuk menuju kesempurnaan dan merefleksikan-diri adalah sarana untuk pengembangan jiwa dalam menghayati arti kehidupan.
Kesempurnaan menuntut semua upaya yang mampu kita lakukan dalam mencapai hasil terbaik yang dapat diraih!.