Category: Renungan

Pertengkaran … pertengkaran lagi … bosan nih!

Jadi tidak ada pernikahan yang tanpa konflik. Didalam proses penyesuaian antara sang suami dan istri, konflik biasa terjadi.
Beberapa prinsip yang perlu diperhatikan dalam menghadapi konflik tersebut yaitu :

Sang Suami dan Istri perlu belajar mengontrol kemarahan
Kemarahan membuat seseorang tidak dapat mendengar atau mengerti pihak lain. Bila salah satu marah, pihak yang lain perlu mengekang dulu lidahnya dan mau mendengar. Seseorang yang sedang marah memiliki kebutuhan untuk diterima dan dimengerti kemarahannya, bukan untuk dibantah atau disangga. Usahakan untuk tidak membantah terlebih dahulu sampai semua emosi kemarah keluar.

Sang Suami dan Istri perlu belajar mengkonfrontasi dalam cinta
Bilamana konfrontasi diperlukan, janganlah dilakukan untuk menyerang, mulailah dengan mengutarakan perasaan kita. Hindari perkataan yang dapat mengungkapkan ego kita yang absolut sehingga menimbulkan perbantahan

Sang Suami dan Istri perlu belajar mengampuni sesama
Berdua harus perlu belajar untuk cepat saling mengampuni. Bilamana kata-kata tidak cukup dan tidak dapat menyelesaikan masalah, suami dan istri dapat saling memeluk dan mangampuni. Biasanya hasrat pengampunan akan datang bila kita cepat bertindak dan tidak saling menunggu.

ada pesan slogan “ngeteh dulu ah … ”
( ditujukan untuk someone agar masalahnya segera selesai! )

Setiap tanggal 14 February, seluruh orang di dunia memperingati Valentine Day. Dimana Valentine Day merupakan hari untuk mengekpresikan kasih seseorang kepada orang yang dicintahi / dikasihi, khususnya kasih yang romantik. Pada hari itu pula umumnya semua restoran penuh dengan pasangan yang berbahagia baik itu muda maupun tua, terkadang diikuti oleh pedagang bunga yang siap meramaikan hari tersebut dengan aneka bunga yang warna-warni.

Valentines Day memang kesempatan yang baik dan penting untuk menyatakan kasih kepada orang yang kita kasihi. Tetapi, satu hal yang perlu kita ingat yaitu : kasih tidak hanya bersifat romantika saja namun melebihi dari perasaan romantika! dimana Kasih memerlukan kerja keras, pengorbanan dan pengampunan.

Jadi apaka itu “Kasih”? Kasih adalah kemampuan untuk merasakan kebebasan-kebebasan untuk menyatakan perasaan kita. Oleh karena itu untuk dapat lebih mengasihi orang lain, maka kita perlu mengasihi dan menerima diri kita sendiri terlebih dahulu. Semakin dalam kebutuhan akan kasih kita, maka semakin kita merasa kurang bebas sebab kita takut kehilangan kasih tersebut.

Seorang motivator terkenal mengatakan : “Perasaan gembira adalah obat yang manjur namun semangat

Kebenaran tersebut diperkuat oleh hasil riset yang dilakukan Dr. Daniel Mark

Orang yang sukses adalah orang yang mempunyai tujuan, dan setiap tujuannya didasari oleh optimisme”
Sebab dengan kata-kata optimisme ini apapun dapat dilakukan, hanya dengan kata “optimisme” segala rintangan, kerikil maupun tembok yang ada didepan kita mampu kita taklukan!

Sudahkan kita mempunyai optimisme untuk hari depan?

 

Malam telah tiba …. kehidupan baru akan dimulai oleh semua orang.
Bersemangatlah hari esok akan segera tiba dengan segala karunia dan hikmatnya.

” SELAMAT HARI NATAL & TAHUN BARU 2008 “
PERJUANGAN HIDUP BARU MENANTI DIDEPAN KITA SEMUA

refleksi diri Penghujung Tahun telah tiba! Jadi apa sesungguhnya yang dapat dipetik dari perjalan hidup tahun ini?
REFLEKSI -kan hidup anda selama 1 tahun ini, kesan yang terbaik dalam bertindak adalah “an unexamined life is not worth living”.
Orang yang tidak pernah merefleksikan hidupnya tidak akan bertumbuh, Dia tidak belajar dari kesalahan dan kegagalannya, sehingga berulang kali dia akan membuat kesalahan yang sama dalam hidupnya. Renungankanlah apa yang telah anda lakukan dan ingin lakukan, meskipun Anda mengorbankan waktu dalam 1 hari!

Kumpul TR14

Salah satu cara yang terbaik untuk mendapatkan teman atau sahabat yaitu meminta nasehat atau pertolongan. Dan orang yang dapat memberikan nasihat atau pertolongan kepada orang lain akan merasa senang dan berharga. “Jadikan sahabatmu sebanyak teman yang engkau punya.”

Ben Franklin, dalam autobiographynya, menggunakan cara/methode dimana dia mengubah seorang mush menjadi teman baiknya. Pada tahun 1736, Franklin dicalonkan sebagai clerk dalam General Assembly. Franklin yakin dia akan memenangkan posisi tersebut, namun dilain pihak ada seorang musuh yang ingin menghalangi tujuannya tersebut. Musuhnya ini adalah orang yang sangat berkuasa dan Franklin tahu bahwa kalau dia tidak dapat berteman dengannya dia pasti kalah. Untuk itu dia mencari tahu perihal musuhnya tersebut, dan dia mendengar bahwa musuhnya memiliki beberapa buku yang sulit didapatkannya, kemudian dia menulis surat kepada musuhnya serta meminta tolong untuk dapat meminjamkan buku yang dia inginkan. Setelah menerima dan membaca surat dari Franklin tersebut musuhnya sangat gembira, dengan senang hati musuhnya tersebut meminjamkan bukunya. Namun akhirnya kesuksesan Franklin juga terletak pada musuhnya tersebut sebab dialah salah satu penyokong Franklin paling setia.

(artikel ini kami persembahkan kepada sahabat kami - wiwik & keluarga; angkatan TR14)

bagi rekan2 yang ingin melihat foto yang lain dapat lihat disini!

amsal 17:17

 

 

Hari Ibu, dimana dalam 1 hari kaum perempuan dimanja dan dibebaskan dari tugas rutin sehari-hari yang dianggap merupakan kewajibannya, seperti memasak, merawat anak, dan urusan rumah tangga lainnya. Di Indonesia dirayakan pada tanggal 22 Desember dan ditetapkan sebagai perayaan nasional. Dibeberapa negara lain misalnya Amerika, Australia, Kanada, Jerman, Italia, Jepang, Belanda, Malaysia, Singapura, Taiwan, dan Hongkong juga merayakan Hari Ibu atau Mother’s Day pada hari Minggu di pekan kedua bulan Mei. Sedangkan di beberapa negara Eropa dan Timur Tengah, diperingati setiap bulan Maret.

Makna yang dapat kita ambil : “ Sudahkan kita mengucapkan terima kasih atas cinta kasihnya dalam kehidupan kita? Salah satu pemberian terbaik yang dapat diberikan seorang anak kepada ibunya adalah “DOA” dan “CINTA” dengan keikhlasan dan kejujuran.

kasih ibu
kepada beta
tak terhingga sepanjang masa
hanya memberi
tak harap kembali
bagai sang surya menyinari dunia

Lagu kasih ibu

” salam cinta dari ananda kepada mama “

“Aku berdosa! aku sungguh berdosa - Aku sungguh-sungguh berdosa … oleh sebab itu aku mohon …”
Ternyata mengakui kesalahan (dosa) bukanlah hal yang mudah untuk dilakukan namun mudah untuk diucapkan. Mengakui kesalahan memerlukan keberanian dan keterbukaan serta kerendahan hati.
Banyak orang tidak berani mengakui kesalahannya karena mereka takut ditolak, merupakan aib serta dianggap lemah oleh orang lain. Oleh karena itu mereka lebih suka menyimpan atau menutupi kesalahannya daripada mengakui dan memperbaikinya.
Tetapi hal yang paling buruk dilakukan seseorang bilamana dia masih membela dan memungkiri kesalahannya, walaupun ia tahu dan sadar kalau ia bersalah.
Salah satu tanda orang “BESAR” yaitu dia mau mengakui kesalahannya, bilamana dia melakukan kesalahan walaupun pedih dan perih pada akhirnya. Karena Mengakui Kesalahan adalah sifat dasar manusia paling mulia dalam menuju kesempurnaan diri.

(artikel ini kami persembahkan kepada putra kami - william ; melangkah awal dalam pengakuan dosa )

Pada akhirnya, saya menilai bahwa kehidupan perkawinan akan jadi sangat menyenangkan bila:

  • Menikah dengan seorang yang cocok, dari segi intelektual, kepercayaan/agama, strata sosial, dan pemikiran akan masa depan berkeluarga yang bakal diarungi bersama.
  • Menjalani cinta romantisme-denyut jantung yang berdetak semakin cepat saat bertemu dengan si dia, muka yang memerah (blushing)- dengan penuh rasa syukur namun tidak terbius olehnya. Sehingga tidak kecanduan akan cinta romantis ini dan bisa menerima keadaan ketika cinta romantis menjadi cinta realistis.
  • Berusaha mengerti kondisi pasangan, terutama pada saat-saat pasangan tengah menghadapi hal yang kurang menyenangkan ataupun menghadapi masalah besar. Pengertian adalah dasar yang utama yaitu dengan berusaha menempatkan diri pada posisi pasangan.
  • Tanggung jawab yang tinggi akan keputusan untuk menikah dan menjalani kehidupan bersama. Dalam kondisi apa pun!
  • Tetap setia dan menyertakan Tuhan dalam relasi ini. Adalah sangat beruntung apabila kedua orang yang terikat dalam satu mahligai rumah tangga adalah orang yang sama-sama memiliki hubungan pribadi yang indah dengan sang Pencipta. Karena banyak kali dalam kehidupan ini, kita mengalami kekecewaan dengan pasangan kita. Mungkin yang paling sering mengecewakan kita adalah pasangan kita, namun apabila kita punya relasi yang baik dengan Tuhan, yakinlah bahwa kita akan dimampukan memaafkan dan mengasihi pasangan kita. Namun, bila hanya salah satu pihak yang lebih dekat relasinya dengan Tuhan, sebaiknya mendoakan pasangannya agar bisa merasakan cinta Tuhan secara pribadi dan setia menunggu saatnya Tuhan tiba bagi pasangannya untuk merasakan hal itu.

Jika belum menemukan yang cocok, apa yang harus dilakukan?

Tetaplah mengasihi Tuhan secara sempurna, jangan marah-marah atau ‘complain’. Kalaupun ada ‘complain’ nyatakan kerinduan dan kegelisahan hatimu kepada Tuhan.
Nikmati ke-single-an itu sebagai berkat Tuhan juga, karena kamu tidak pernah tahu apa yang harus kamu hadapi ketika kamu menikah. Tanggung jawab yang lebih berat, juga masalah yang lebih besar. Ketika kamu menghadapi itu semua, mungkin kamu tidak kuat, makanya Tuhan menunggu waktu yang tepat untuk memberikan seseorang yang tepat pula untuk kamu.
Dan yakinlah, apabila Tuhan sudah bertindak, dan memberikan yang terbaik untukmu, Dia tidak pernah lepas tangan! Dia dengan setia terus membimbing agar kita siap mengalami semua perubahan yang terjadi. Dengan demikian, sebagai seorang single, kita hidup dalam kepenuhan, dan kita mampu mengucap syukur dengan kehidupan melajang itu. Dan ketika saatnya kamu harus menikah, kamu pun memiliki rasa syukur yang tinggi atas kehidupan single yang sudah kamu jalani selama ini, dan mampu mengambil tanggung jawab akan kehidupan berumah tangga yang Tuhan percayakan kepada kamu.
Jadi, lajang atau menikah, tidaklah jadi masalah asal kita menjalani kehidupan ini dengan realistis, sekaligus penuh pengharapan di dalam iman kita kepada Tuhan.
Tuhan tahu yang terbaik untuk setiap kita, jangan pernah ragukan itu! Bersyukur atas apa yang Dia beri, itu adalah yang terbaik yang bisa kita lakukan pada saat ini.

Medio, 7 Mei 2007

(artikel disadur dari : Bpk. Vincent S)

Masa PernikahanPerkawinan mengajarkan saya untuk hidup lebih realistis. Tidak selamanya pasangan kita berada pada ‘top performance’ sebagaimana yang ditunjukkan selama masa berpacaran atau masa ketika sang wanita tengah ‘dikejar’ oleh sang pria atau sebaliknya sang pria yang ‘dikejar’ wanita.
Perkawinan membawa seseorang ke tahap di mana harus menerima kalau pasangannya tengah kelelahan selepas kerja dan mendengar celotehan yang penuh amarah adalah hal terakhir yang diinginkan pada saat itu karena tubuhnya penat amat membutuhkan istirahat.

Menikah, apabila mendapatkan seseorang yang cocok, memang memberikan satu ketenangan batin dan ketentraman. Yang paling penting adalah azas yang diterapkan, tetap bersama dalam keadaan apa pun, tetap dijalankan.
Jujur saja, kehidupan lajang yang belum memiliki pacar alias jomblo atau sedang ‘kosong’ sebetulnya juga sangat menyenangkan. Kamu bisa lakukan apa saja yang kamu mau, mau pergi karaoke keluarga bersama teman-temanmu, mau nonton, mau jalan-jalan ke luar negeri, mau pelayanan sana-sini, mungkin tidak jadi masalah. Itu bakal jadi sesuatu yang berbeda ketika ada seorang pacar dan kemudian menjadi pasangan, suami atau istri kita, harus dilakukan penyesuaian di sana-sini dan tentunya saling toleransi antara satu dengan yang lain.

Namun, yang namanya manusia, sering kali tidak pernah puas, dan tidak jarang ada perasaan bosan menghinggapi hati kita apabila rutinitas itu-itu saja yang kita alami. Yang single berkeinginan segera mengakhiri kehidupan melajangnya dan melabuhkan hatinya kepada seseorang yang cocok. Sementara tidak jarang yang sudah menikah dan punya anak merindukan saat-saat lajang, di mana kebebasan menjadi begitu berarti di mata mereka.

Rumput tetangga sepertinya kelihatan selalu lebih hijau…
Bagaimana mencari penyelesaian agar kita bisa mensyukuri kehidupan yang kita jalani pada saat ini, sebetulnya merupakan kunci permasalahan.

Medio, Mei 2007

( lanjutan artikel : “hidup lajang dan hidup menikah 3″)

(artikel disadur dari : Bpk. Vincent Secapramana – www.vincentsecapramana.tripod.com)

avatarRenungan Hidup, suatu cara terbaik untuk menuju kesempurnaan dan merefleksikan-diri adalah sarana untuk pengembangan jiwa dalam menghayati arti kehidupan.
Kesempurnaan menuntut semua upaya yang mampu kita lakukan dalam mencapai hasil terbaik yang dapat diraih!.