Category: Renungan

Untuk itu penyesuaian dan pengertian yang terus menerus amat dibutuhkan oleh kedua belah pihak dalam rumah tangga.
Dan bukan itu saja, keterikatan itu termasuk perkawinan plus plus di Indonesia. Kenapa saya katakan perkawinan ++ (baca: perkawinan plus plus)? Karena keterikatan dalam suatu perkawinan juga termasuk dengan keluarga suami/istri dan seluruh kerabatnya. Keluarga besar, begitu istilahnya.
Dan tiba-tiba saja, saudara kita bertambah amat banyak, dikarenakan tali pernikahan yang kita jalani.
Mungkin kamu pernah dengar pernyataan begini, “ Itu lho… Pak Ade, adik dari ipar saya…” Atau mungkin, “ Itu keponakan dari mertua saya…”
Belum lagi terkadang istilah-istilah yang begitu kompleksnya, yang pasti ujung-ujungnya ada hubungan saudara dikarenakan perkawinan …
Berhadapan dengan semakin banyak orang, tentunya berhadapan pula dengan semakin banyak karakter. Dan disadari atau tidak, tentunya banyak kepala semakin banyak permasalahan yang dihadapi. Untuk banyak pasangan, pertengkaran tidaklah terjadi antar mereka, namun banyak kali dikarenakan campur tangan dari pihak ketiga, keempat, bahkan kelima yang semakin memperkeruh suasana.
Jadi, pasangan yang menikah dengan kekerabatan plus plus hendaknya pandai-pandai memilah situasi, sehingga mereka tidak gampang terhasut oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab, walaupun itu adalah dari pihak keluarga sendiri.

Medio, Mei 2007

( lanjutan artikel : “hidup lajang dan hidup menikah 3″)

(artikel disadur dari : Bpk. Vincent Secapramana – www.vincentsecapramana.tripod.com)

Hidup Lajang atau MenikahBanyak orang yang masih ’single’ berpikir bahwa alangkah menyenangkannya hidup pernikahan itu. Ada seseorang untuk berbagi, dalam suka dan duka, dalam untung dan malang, dalam keadaan sehat dan sakit, sebagaimana yang dinyatakan dalam janji pernikahan.
Itu benar adanya, saya tidak pernah memungkiri betapa benarnya kenyataan itu! Namun di lain pihak, terdapat harapan dan impian Hollywood, sebagaimana film-film dramanya memberikan gambaran, betapa kehidupan yang diarungi berdua itu indah-indah saja dan pasti endingnya sebagian besar adalah “Happy End”.
Saya tidak mengatakan bahwa kehidupan perkawinan tidak ada unsur yang menyenangkan. Sama sekali tidak! Namun sejak saya pribadi menjalani kehidupan perkawinan yang masih seumur jagung ini, saya pun mulai menyadari bahwa untuk benar-benar bertahan dalam kehidupan perkawinan, mimpi romantisme saja tidaklah cukup. Kehidupan sebagai seorang lajang, tidak lepas dari begitu banyak kebebasan. Kalaupun ada yang mengikat tentunya hanya sang pacar dan keluarga kita.
Namun ketika kita memutuskan untuk menikah, keterikatan itu tidak lagi sebatas apel di malam minggu, nonton atau makan bersama yang mungkin cuma makan waktu sekitar 2 - 3 jam seminggu 2 - 3 kali misalnya.
Keterikatan itu menyangkut penyesuaian diri dengan seseorang yang bisa-bisa selama 24 jam bersama-sama dengan kamu dan itu bukan main-main, untuk seumur hidupmu!
Dua pribadi yang dipersatukan, tentunya memiliki banyak perbedaan. Mungkin ketika berpacaran, kamu dengan gampang menemukan begitu banyak persamaan antara kamu dengan pasangan. Dan ketika kamu memasuki mahligai perkawinan, kemudian kamu menjadi bingung, mengapa kamu semakin melihat begitu banyak perbedaan?

Medio, Mei 2007

( lanjutan artikel : “hidup lajang dan hidup menikah 2″)

(artikel disadur dari : Bpk. Vincent Secapramana – www.vincentsecapramana.tripod.com)

” Perbaikilah Rumahmu sebelum hujan. Galilah sumurmu sebelum kamu haus”

Peribahasa diatas cukuplah untuk direnungkan lebih mendalam bagi kita semua sebab dimana suatu keluarga bilamana mendapati suatu permasalahan baik itu dari dalam maupun dari luar maka dalam hidup berkeluarga permasalahan tersebut seharusnya dicari akar permasalahannya sebelum permasalahannya menjadi menyebar dan menghancurkan biduk rumah tangga itu sendiri. Sehingga penting bagi kita untuk lebih menelaah permasalahan yang ada.
Dan banyak juga cara untuk mencari jalan keluar bisa melalui saudara, teman maupun seorang profesional namun yang lebih penting adalah saling terbuka / open mind antara kedua belah pihak yaitu suami-istri itu sendiri.

Selamat Datang www.tulangrusuk.com! ini adalah website komunikasi bagi keluarga, yang mana kami dedikasikan kepada seluruh anggota Tulang Rusuk yang ingin berkiprah, berkarya dan bersama membangun keluarganya dalam talenta yang dipunyainya masing-masing .

Salam Berkarya,

Medio

avatarRenungan Hidup, suatu cara terbaik untuk menuju kesempurnaan dan merefleksikan-diri adalah sarana untuk pengembangan jiwa dalam menghayati arti kehidupan.
Kesempurnaan menuntut semua upaya yang mampu kita lakukan dalam mencapai hasil terbaik yang dapat diraih!.